You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Roh, hati, nafsu, dan akal boleh jadi ialah sederet kata yang sudah akrab di telinga Anda, ‘kan? Namun, sudahkah topik yang begitu penting ini meresap ke dalam pikiran dan hati Anda? Jika belum, buku berharga yang kini sedang Anda pegang ini tentu sangat penting untuk segera Anda baca hingga khatam. Mengapa? Sebab, buku ini menjabarkan secara tuntas dan gamblang hal-hal tersebut. Buku ini ditulis oleh seorang ulama besar yang masyhur di Tanah Rencong, Aceh, yakni Syekh Nuruddin ar-Raniri. Ia merupakan salah seorang ulama yang sangat getol memelihara syariat Rasulullah Saw. dan mencabuti semua akar bid’ah yang sesat. Melalui buku ini, ia berhasil menyuguhkan ulasan yang bernas dan jernih perihal rahasia dan hakikat roh dan ar-Rahman (Tuhan). Sebuah karya luar biasa yang lahir dari ketinggian ilmu penulisnya. Tabik.
Buku hadir sebagai buah kegelisahan melihat dan mengamati keadaan dewasa ini. Tampaknya akhlak manusia semakin hancur dan kebablasan disebabkan pengaruh global. Kebebasan manusia memperturutkan keinginan dan hawa nafsunya tanpa memikirkan konsekuensinya. Ajaran yang terdapat dalam tasawuf akhlaki antara lain: 1) Takhalli, yaitu penyucian diri dari sifat-sifat tercela. 2) Tahalli, yaitu menghiasi dan membiasakan diri dengan sikap perbuatan terpuji. 3) Tajalli, yaitu tersingkapnya Nur Ilahi (cahaya Tuhan) seiring dengan sirnanya sifat-sifat kemanusiaan yang negatif pada diri manusia setelah tahapan takhalli dan tahalli. Tasawuf akhlaki akan mewujudkan akhlak mulia kepada manusia yang mengamalkan ajaran-ajarannya. Akhlak mulia adalah puncak dari segala amal ibadah manusia, ibarat pohon kayu adalah buahnya. Buah pohon kayu itu, baik atau buruk tergantung perawatannya dan pemeliharaannya. Begitu pula gambaran amal ibadah dan akhlak manusia. Jadi indikator ibadah manusia, diterima atau tidak diterima oleh Allah swt, dapat dilihat dan diamati dari akhlaknya (bersikap dan bertutur kata) dalam kehidupan sehari-harinya.
Tasawuf melatih jiwa dan membebaskan kita dari hal negatif kehidupan yang tercermin pada akhlak mulia dan kita makin dekat kepada Allah Swt. Ilmu tasawuf wajib dipelajari, karena segala sesuatu ada hakikat dan maknanya (tujuan). Datang ditemani tangis, pergi juga ditemani tangis. Maka dari itu tetaplah bersyukur dalam segala keadaan apapun Membangun rumah penting, Membangun Akhlak Mulia jauh lebih penting Apabila seorang mukmin sukses dalam mengendalikan hawa nafsu, maka ia akan mampu menahan diri dari segala larangan Allah Swt dan tidak berat dalam melaksanakan semua perintah-Nya.
Buku yang berada di tangan pembaca sekalian ini merupakan sekumpulan catatan kreatif dari para pendidik yang dengan serius dan suntuk memilih ide serta gagasan, lantas mengupayakannya menjadi sekumpulan tulisan