You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Mas Gusti masih mengurung diri di kamar setelah kami semua pulang dari pemakaman Mbak Hanin. Tulang rusuk lelaki itu telah pergi untuk selamanya, membawa buah cinta yang sudah dua belas tahun mereka nantikan. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari semua ini, aku pun paham. Lalu apa yang harus aku lakukan sebagai tulang rusuk kedua Mas Gusti?
Aku memanggilnya si Kuning. Sesosok perempuan Tionghoa berambut sebahu, dengan wajah rata tanpa mata, hidung, dan mulut, hanya lekukan yang terlihat. Biasanya aku akan ketakutan setiap melihat hantu, tapi tidak kali ini. Munglin karena wujudnya yang bagus, atau bisa juga karena dia tidak ada usaha untuk menyerang seperti yang kualami. Potongan ingatan akan pertemuan dengannya muncul samar-samar. Aku mengingat pernah bermain, berlari dengannya di tengah hujan. Aku juga mengingat dia pernah berjalan bersamaku di koridor rumah lama ketika aku masih kecil. Keberadaannya mengurangi stres yang kualami. Meski tak banyak bicara, aku tak lagi merasa sendiri. Rasanya sangat miris, menaruh perasaab senang pada teman yang bukan manusia. Kurasa tak apa, jauh lebih baik daripada harus seorang diri menghadapi tekanan ini. Siapa yang ingin memiliki kemampuan ini jija itu berarti: keluargalu menentang, lingkungan menganggap aneh, kesehatan fisik dan mental turun drastis. Aku hanya ingin mengakhiri malam-malamku yang penuh teror akan kehadiran “mereka” dengan menutup mata batinku. Aku hanya ingin hidup tenang dan bisa tidur. Buku persembahan penerbit GagasMedia #GagasMedia
Judul : Perjalanan Duta Baca SMA Negeri 1 Tembilahan 2024 Penulis : Titin Triana. SH., MH Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 50 Halaman Cover : Soft Cover No. QRCBN : 62-2066-6895-983 SINOPSIS Literasi tidak saja kemampuan seseorang untuk menulis dan membaca, termasuk juga kemampuan memahami, mendengar dan berbicara. Sebagai upaya untuk membumikan gerakan literasi dikalangan siswa di sekolah khususnya di SMA Negeri 1 Tembilahan di gelar ajang Pemilihan Duta Baca SMA Negeri 1 Tembilahan yang diikuti oleh semua perwakilan kelas di SMA tersebut. Kegiataan literasi ini nantinya lebih berperan dalam meningkatkan minat baca di kalangan siswa-siswi SMA Negeri 1 Tembilahan, di mana yang terpilih nantinya bertugas untuk mengajak teman-temannya untuk lebih mencintai kegiataan literasi khususnya di SMA Negeri 1 Tembilahan.
Judul : Fiksi 2040-2050 : Bencana-Bencana Besar Bumi Kalimantan Penulis : Mochamad Soffan Tiwartono, M.Pd. Ukuran : 15,5 x 23 Tebal : 112 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-634-7084-71-2 No. E-ISBN : 978-634-7084-72-9 (PDF) Terbitan : Januari 2025 SINOPSIS Buku ini mengisahkan tentang Bumi Kalimantan yang terbelah menjadi pulau-pulau pada tahun 2040-2050 akibat beberapa faktor, seperti meluapnya air laut dan penurunan tanah akibat galian tambang. Meskipun tidak didasarkan pada bukti penelitian dan kebenarannya diragukan, cerita ini menggambarkan bagaimana Kalimantan menjadi pusat perekonomian global, dengan penjuru dunia berbondong-bondong datang ke sana. Cerita ini menggambarkan Kalimantan yang terpecah menjadi pulau-pulau, namun secara tak terduga menjadi pusat tatanan global dunia. Buku ini merupakan produk sastra fiksi yang mencerminkan kreativitas penulis dalam menggambarkan kemungkinan masa depan yang penuh kejutan, sekaligus sebagai wujud pengembangan budaya menulis di kalangan guru. Buku ini masih dalam proses dan diharapkan dapat menjadi renungan bagi pembaca.
"Wentira daerah misteri di Sulawesi. Ternyata banyak orang memercayai kota gaib Wentira. Sesepuh desa bercerita tentang pesanan-pesanan misterius yang menghilang di wilayah itu. Para kurir pemula biasanya akan kebingungan dengan alamat yang tercantum dalam paket. Namun, biasanya selalu ada penduduk yang menyuruh mereka untuk meninggalkan saja paket di tugu yang menandai gerbang masuk Wentira. Bukan hanya mitos yang melegenda, Wentira diyakini keberadaannya. Tempat tinggal makhluk-makhluk tak kasatmata yang berdampingan dengan sekitar." Buku persembahan penerbit GagasMedia #GagasMedia
Buku ini menghadirkan beragam perspektif dari para penulis mengenai isu-isu penting dalam lanskap komunikasi saat ini, mulai dari tantangan disinformasi, literasi digital, bias identitas dalam ruang publik, hingga perubahan budaya yang dipicu oleh media baru. Setiap tulisan menyajikan analisis yang mendalam, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi untuk semua pihak yang ingin memahami fenomena sosial di era disrupsi digital. Di tengah derasnya arus informasi, polarisasi opini, serta transformasi teknologi yang kian cepat, hadirnya karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih kritis, cerdas, dan beretika dalam memanfaatkan teknologi digital. Penulis meyakini bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap ekosistem komunikasi digital merupakan salah satu kunci penting untuk menjaga kualitas demokrasi, kohesi sosial, dan budaya literasi masyarakat Indonesia.
None
None
The teaching and rules of an organization propagating a form of Javanese mystic syncretism.