You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
None
None
*Just a Short Story* Genre: Fantasi-Romance **** Bagaimana jadinya bila tanganmu memiliki kekuatan ajaib yang bisa memperbaiki apa saja? Pastinya akan kesusahan bila orang lain tahu. Mereka pasti akan memanfaatkanmu. Karena itulah, aku mati-matian untuk menyembunyikan hal ini. Aku tidak mau dimanfaatkan orang lain yang ingin disentuh oleh kekuatan 'tangan' ajaibku.
Blurb : Lebih baik aku jomblo daripada punya pacar seperti dia. Makan hati, terkekang dan tidak bisa pergi kemana pun tanpa izin darinya. Kalau aku membantah, siap-siap saja dapat hukuman mesum dari pria egois itu. Alex Wijaya Saputra. Kelihatan dari namanya saja, 'Alex', pria yang punya arogansi kuat dan mendominasi. Dan satu hal lagi, dia sangat POSESIF dan OVERPROTEKTIF!!! Aku Rachel Bramantyo, inilah cerita hidupku yang harus bertahan menghadapi tingkah dari pacar bernama Alex. Sang pangeran tampan terposesif yang pernah aku kenal.
Dasar netizen jaman sekarang bisa-bisanya komentarin hidup orang lain. Coba lihat hidup mereka, apa lebih baik dari gue? Hidup gue ini sudah begitu sempurna. Gue kaya Raya, harta gue berlimpah, Gue juga tampan dan pintar. Ya meskipun cuma satu kekurangan gue, masih sendiri di usia menjelang 40 tahun. Lalu apa salahnya? Sendiri bukannya tidak laku. Tapi sendiri itu pilihan. Tapi demi para netizen kesayangan gue, akhirnya gue coba ambil jalan tengah. Cari pasangan yang kira-kira siap terima semua kekayaan dan ketampanan gue. Ada yang bisa rekomendasikan? Kalau ada kandidat, jangan lupa bawa CV ke perusahaan real estate milik gue, Alfath Realty.
Blurb : Bagaimana perasaanmu saat diikuti oleh makhluk tak kasat mata? Pasti menyeramkan bukan? Tentu saja. Hidup terasa dingin dan permukaan kulit selalu merinding karena keberadaan hantu itu. Namun berbeda bagiku. Aku bukan indigo yang bisa melihat hantu, melainkan keadaanku spesial karena hantu itu adalah pacarku sendiri. Tapi lama-kelamaan, hantu pacarku itu mulai bertingkah aneh. Dia bukan seperti dirinya saat waktu hidup. Tetapi lagi-lagi, kesedihan yang mengekangku atas kehilangannya membuatku bertahan dan mengurus perasaan ganjil itu. Sampai akhirnya aku menyerah saat dia ingin menjauhkanku dari semua orang yang kusayangi.