You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Manusia memperoleh kesadaran lewat sebuah proses yang panjang dan susah payah, melewati abad-abad tak tercatat hingga sampai pada status beradab (yang ditetapkan begitu saja sejak penemuan aksara pertama sekitar 4000 tahun sebelum Masehi). Dan proses evolusi ini masih jauh dari sempurna karena sebagian besar wilayah dalam pikiran manusia masih dilingkupi kegelapan. Di masa yang penuh sengkarut sosial dan arus deras perubahan, penting untuk mempelajari lebih banyak tentang manusia sebagai individu, karena begitu banyak hal di dunia yang bergantung pada kesehatan mental dan kualitas moral manusia. Namun, jika kita ingin melihat berbagai hal dalam perspektif yang tepat, kita pun perlu memahami ...
Kita semua, menurut Berlin, memiliki unsur-unsur rubah dan landak di dalam diri kita. Esai ini merupakan potret tak tertandingi tentang pembagian manusia. Kita adalah makhluk yang terbelah dan kita harus memilih apakah akan menerima ketidaklengkapan pengetahuan kita atau terus mencari kepastian dan kebenaran. Hanya yang bertekad paling kuat di antara kita yang menolak menerima apa yang rubah ketahui dan terus mencari kepastian yang dimiliki landak. Esai luar biasa ini, yang pada mulanya disampaikan sebagai suatu kuliah di Oxford, kemudian dicetak ulang dalam suatu jurnal kajian Slavia yang tersembunyi di 1951, lalu diberi judul dan diterbitkan ulang di tahun 1953, begitu kuat dan abadi. Bersama ‘Two Concepts of Liberty’, perumpamaan perbedaan antara landak dan rubah telah terbukti abadi sepanjang masa, dan digunakan dalam berbagai bidang yang Berlin tidak pernah bayangkan dan niatkan. Michael Ignatieff
Buku ini berisi 17 tulisan yang Ilham sebut sebagai 'tilikan' terhadap buku karya sastra baik prosa maupun puisi. Di dalamnya pembaca akan dibawa menelusuri jagat bacaan Ilham, baik sebagai objek yang direspons maupun sebagai sumber referensi mendekati sebuah buku. Berbagai wacana, teori, dan pengalaman diformulasikan Ilham dengan bahasa yang segar sehingga menarik untuk disimak. Kehadiran buku ini menjadi angin segar bagi pembaca karena sebagai tilikan awal untuk selanjutnya menjelajah lebih jauh di satu sisi, dan di sisi lain sebagai semaraknya penerbitan buku apresiasi karya sastra.
Membaca cerpen-cerpen Kuswaidi Syafi’ie serupa dengan menyaksikan bunga-bunga taman aneka warni, yang sanggup menerbangkan imaji kita pada seraut wajah yang rupawan, yaitu Tuhan. Kita disuguhi beragam hidangan, dari yang manis sampai pahit, dari yang riang sampai rengsa, dalam bingkai tebal sufisme. Semuanya berhasil diramu dengan baik menjadi satu kesadaran, untuk: “senantiasa kujala dan kumaknai waktu yang makin tercemari dan tergerogoti perennialitas dan kefitriannya. Aku merangkum dan memusatkannya pada satu titik yang bernama kepasrahan sekaligus ketulusan terhadap Muara Agung.” Edi AH Iyubenu
Cerpen-cerpen dalam buku ini secara tema dapat dibagi dalam dua kelompok: pertama, kegelisahan dan keterasingan manusia alam modern dan, yang kedua, kegelisahan manusia-manusia alam tradisi. Namun, secara umum, seluruh cerpen yang dituliskan dalam kurun waktu sejak tahun 2009 sampai 2016 ini adalah bentuk pengembaraan imajinasi saya, sekalipun beberapa di antaranya mengambil tokoh dari dongeng yang pernah saya dengar di masa kecil. Pengembaraan ke wilayah gila, menurut salah seorang teman. Mirip sebuah tamasya yang menyenangkan. Toni Lesmana
Berisi kumpulan cerpen dan puisi pilihan yang telah dimuat di www.simalaba.com. Seluruhnya merupakan karya-karya terpilih dari penulis keren.
Nineteenth century history of Johor-Riau-Lingga describing the arrival of the Buginese in the Malay world.