You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Dunia sekarang dipenuhi kebohongan, ketamakan, dan kemunafikan. Krisis kepercayaan melanda hampir seluruh elemen bangsa. Revolusi mental masih sebatas wacana. Pendidikan karakter masih bersifat formalistik. Kenakalan remaja pun semakin merajalela. Belum lagi rayuan media sosial yang mencekoki anak-anak kita dengan pop culture liberal, sekuler, hedonis, dan permisif yang membahayakan karakter bangsa. Maka, dibutuhkan peran para pemimpin kultural yang dekat dengan rakyat, dekat dengan para pemangku jabatan negeri ini, dan selalu membimbing mereka supaya terbangun kedamaian hidup, keadilan sosial, moralitas agung, stabilitas politik, dan harmoni sosial. Di dalam konteks demikianlah buku ini hadir. Berisi tentang pencerah hati dan gagasan para ulama Nusantara, buku ini mendedahkan keteladanan hidup mereka, agar kita terinspirasi akan corak, model, dan karakter hidup mereka. Di satu sisi mereka merupakan sumber ilmu agama, sumber keteladanan akhlak, dan di sisi lain mereka juga ikut “turun gunung” ke gelanggang politik, ekonomi, aktivisme sosial, sebagai jangkar bangsa.
Apakah Anda tahu bahwa kecerdasan otak bukan semata-mata bawaan lahir, melainkan sesuatu yang dapat dibentuk, dipelihara, dan ditingkatkan sepanjang hayat? Menjaga & Memaksimalkan Kecerdasan Otak mengungkap cara kerja otak yang luar biasa—bagaimana ia bisa terus bertumbuh, membentuk sel-sel baru, dan memperluas kapasitasnya hingga usia lanjut, asalkan mendapatkan stimulasi dan perawatan yang tepat. Dengan pendekatan ilmiah yang disampaikan secara ringan dan aplikatif, buku ini membimbing Anda untuk: • Mengenal dan mengoptimalkan potensi neuroplastisitas dan neurogenesis • Memahami proses pembentukan memori dan emosi • Meningkatkan fungsi otak dalam pekerjaan dan aktivitas harian • ...
Resensi bukan semata timbangan buku yang menjadi promosi, melainkan juga sebuah pengadilan atas sebuah buku. Melalui resensi nasib sebuah buku ditentukan takdirnya, cacat atau hidup mulus. Di sini, penulis resensi dituntut bermata ganda: mata seorang wisatawan dan sekaligus penyidik. Buku panduan menulis resensi ini mencoba merumuskan tahapan-tahapan penulisan resensi dari awal persiapan hingga akhir menjadi buku. Disertai pula contoh-contoh yang diambil dari resensi beberapa penulis ternama di Indonesia, mulai dari Tirto Adhi Soerjo, Abdullah SP, Boejong Saleh, hingga Budi Darma, Goenawan Mohamad, dan Syahrir. Ada pula tips-tips praktis di setiap pokok bahasan. "Setelah membaca habis buku ini saya berani mengambil kesimpulan bahwa hingga kini buku ini adalah buku panduan terbaik dan terlengkap untuk menulis resensi dibanding buku-buku sejenis yang pernah terbit. Contoh-contoh resensi yang diambil dari para resensor wahid dari berbagai media masa selama kurun waktu 100 tahun lebih membuat saya terkagum-kagum dengan ketekunan kedua penulis ini mengutip contoh-contoh resensi dalam buku ini."—Hernadi Tanzil, bukuygkubaca.blogspot.com
Buku Dampak Jalan Tol terhadap Pulau Jawa adalah buku ke-3 yang dikelola oleh TJI (The Java Institute). TJI adalah sebuah Pusat Studi yang bernaung di bawah LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) di Universitas Katolik Soegijapranata di Semarang yang memiliki perhatian khusus atas kajian kajian yang berhubungan dengan Pulau Jawa. Memahami bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol dalam sebuah negara bisa dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui kemajuan perekonomian sebuah negara secara makro dan mikro, meskipun pada saat yang sama jalan tol dapat memberikan dampak yang negatif pada kegiatan dan lahan pertanian masyarakat sekitar, maka buku ini menjadi penting untuk dibaca. Hal ini dikarenakan tulisan para ,praktisi dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dalam mendiskusikan Dampak Jalan Tol terhadap Pulau Jawa ini bisa menjadi solusi dari persoalan- persoalan yang timbul akibat telah dibangunnya jalan tol Trans-Jawa. Semoga paparan makalah yang telah di webinar nasionalkan di bulan Juni 2020 ini bermanfaat bagi semua pembaca. Ekawati Marhaenny Dukut (Editor)
"Whole Brain Training untuk Menyeimbangkan Kemampuan Otak Kiri dan Kanan agar Berpikir Lebih OPTIMAL Riset manajemen menunjukkan bahwa keberuntungan dan peluang bermula dari cara berpikir seseorang yang menentukan pola tindakannya, Banyak orang sukses di Indonesia dan negara Timur lainnya, menggunakan intuisi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Di pihak lain, orang yang juga sukses di Barat justru lebih banyak menggunakan rasionya. Berarti kesuksesan akan lebih mudah diperoleh bila kita mampu menggunakan intuisi (otak kanan) dan rasio (otak kiri). Sayangnya, menurut riset yang pernah dilaporkan, hanya 3% penduduk dunia yang menggunakan otaknya secara seimbang. Siapkah Anda membuka pik...
“Buku ini ringan, menyegarkan, dan membuat kita menyadari betapa penting melakukan investasi pada otak kita. “ -- Dr. A. Prasetyantoko, Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta “Setiap orang pasti ingin awet muda. Tapi kini awet muda saja tidak cukup. Yang tak kalah penti ng adalah awet daya ingat. Buku ini membuat kita tersadar betapa penting bagi kita untuk ti dak hanya merawat fi sik, tapi juga telaten merawat ingatan.” -- Rosianna Silalahi, Pemimpin Redaksi Kompas TV “Buku ini memaparkan secara terperinci dan sistematis berbagai upaya menuju otak sehat. Otak sehat akan meningkatkan ketangkasan intelektual, memperpanjang usia harapan hidup, dan membuat hidup lebih...
Hanya sedikit buku teologi yang membahas secara khusus mengenai metode teologi, mungkin karena berbagai sebab kurang terlalu diminati, tidak menarik untuk didiskusikan atau karena muatan terlalu filosofis. Metode teologi menjadi semakin mendesak untuk di diskusikan, pada satu sisi penggunaan metode teologi di sekolah-sekolah tinggi teologi. Kedua, metode teologi belum terselesaikan dengan baik yaitu untuk menentukan kesepakatan final yaitu metode teologi mana yang lebih baik dan cocok yang dapat dijadikakan rujukan dalam berteologi, karena secara khusus berteologi selalu mengalami perubahan ketika berhadapan dengan kontek sosial-budaya. Kita mencoba menelusuri metode teologi dari beragam tokoh sepanjang sejarah Kekristenan. Secara sederhana berupaya menyajikan penyelidikan dari beberapa tokoh-tokoh kunci dalam tradisi Kekristenan sebagai bukti bahwa teologi memilliki metode atau tidak memiliki metode sama sekali. Buku ini hanya memberikan cakrawala informasi kepada pembaca tentang berbagai lintasan dan lompatan metode teologi sepanjang sejarah Kekristenan.
Di hari pembagian rapor, Asha yang menjadi langganan juara umum di Pondok Pesantren Modern Putri Siti Fatimah, dikejutkan oleh pengumuman Ustazah Nurul mengenai beasiswa yang akan diberikan pihak pesantren. Namun karena nilainya nyaris seimbang dengan Khalda, para ustazah bingung menentukan siapa yang laik diterbangkan ke Jerman untuk mendapat pendidikan yang diimpi-impikan banyak santri. Seakan masih kurang mengejutkan, pesantren mengirim keduanya untuk mengikuti satu semester pendidikan di sekolah umum sebagai tes akhir siapa yang lebih berhak mendapatkan beasiswa. Rangkaian tes ini sangat penting, karena baik Asha maupun Khalda bisa langsung menerapkan ilmu-ilmu agama yang sudah dipelajarinya di tengah-tengah siswa-siswi yang majemuk. Mampukah keduanya bersaing dengan sehat selama berada di sekolah umum yang terasa asing bagi mereka? Lantas, setelah mengalami berbagai kejadian yang membuat keduanya kian dekat, apakah pengumuman siapa yang akan mendapat beasiswa tersebut masih penting?
Seluruh proses rasionalisasi dimulai dari Yudaisme kuno dan diakhiri dengan Protestantisme asketis, melahirkan dunia modern yang kecewa, agama terkurung dalam sangkar besi. Beruf menggambar pada elemen non-rasional Yudaisme Kuno tidak dapat dikecualikan dari seluruh proses rasionalisasi Barat. Konfusius dalam memahami beruf ternyata memiliki riwayat sejarah yang lebih baik daripada versi Barat. Tidak mengobrankan sihir (non-rasional) untuk mencapai pemikiran rasional. Beruf, yang berarti panggilan dan profesi merupakan konsep kunci dalam analisis Weber tentang Etika Protestantisme. Realitas beruf yang kita temua pada hari ini yaitu “sains sebagai panggilan.” Beruf mengacu pada aktivitas duniawi untuk memenuhi kehendak Allah. Analisis Weber melibatkan ketegangan antara duniawi dan sesuatu yang ilahi, antara sesuatu yang rasional dan sesuatu yang tidak. Setiap peningkatan rasionalisme dalam sains empiris, semakin mendorong agama dari alam rasional ke alam irasional dan berakhir pada pengorbanan intelektual.