You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
The book presents the fascinating, real-life story of Quddús, the son of a poor Persian rice farmer who rose to become the most illustrious disciple of the Báb. Thoroughly researched and broad in scope, it is a story of the rugged journey, filled with pathos and exhilarating triumph at every turn, during the five short, eventful years he spent in absolute servitude to the Báb. We experience the vivid details of a life which left no room for settling down, as he valiantly approached the centre of an intense, ever-increasing maelstrom at the very inception and birth of a new world religion, fraught with opposition and intrigue, yet filled with spiritual confirmations culminating in an unprecedented climax. This work also features new translations of select Tablets by Bahá’u’lláh and the Báb, as well as previously unpublished writings of Quddús. The book spans 605 pages and includes 87 illustrations.
"Kekuatan kiai sebagai sumber perubahan sosial, bukan saja pada masyarakat pesantren tapi juga pada masyarakat sekitarnya." --Horiko Horikhosi, Penulis Buku Kiai dan Perubahan Sosial "...ilmu adalah tujuan mereka; ikatan pikirannya; dan cinta adalah darahnya. Mereka laksana bangunan kokoh yang tersusun dari berbagai raga tapi jiwa mereka satu." --Yusri Abdul Ghani Abdullah, Penulis Historiografi Islam: Dari Klasik hingga Modern "Para kiai selalu terjalin oleh intellectual chains (rantai intelektual) yang tidak terputus. Ini bukti adanya hubungan intelektual yang mapan antarkiai dan antargenerasi. Hubungan intelektual yang disebut rantai transmisi atau sanad sebuah bukti authenticity atau keabsahan ilmu dan jaminan ilmu..." --Zamakhsyari Dhofier, Penulis Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai. Buku ini mencoba menghimpun dan menyuguhkan kepada Anda terkait sepak terjang ulama Nusantara sebagai Cultural Broker bagi masyarakat sekitarnya. Buku ini juga menelisik aktivitas keilmuan, kehidupan sosial, hingga sumbangsih mereka kepada bangsa Indonesia.
Buku ini adalah sebuah kajian atau tinjauan terhadap sebuah kitab tafsir karangan K.H Ahmad Haris Shodaqoh, pimpinan Pondek Pesantren Al-Itqon, Semarang. K.H. Ahmad Haris, dan juga para pendahulu ulama-ulama Nusantara menyusun berbagai kitab dengan bahasa lokal. Hal ini menarik dan terbukti telah menjadi salah satu kunci persebaran nilai-nilai Islam di Nusantara. Abdullah Hadani melalui buku ini mencoba meninjau kitab tafsir Al-Fatihah karya Kyai Ahmad Haris tersebut dengan bingkai utama pada konteks intertekstualitas. Tentu sangat menarik sebab Abdullah Hadani juga merupakan murid dari Kyai Ahmad Haris sehingga hubunganya dengan kitab yang ia kaji bukan semata sebagai pembaca, tetapi ia tentu telah mendapatkan banyak penjelasan dalam proses pembelajaran tafsir ini di pesantren Al Itqon. Pembahasan dan pengkajian kitab tafsir ini sangat penting tidak hanya dalam konteks nilai-nilai agama, tetapi juga merupakan suatu langkah kebudayaan dan intelektualitas yang menunjukkan dengan jelas betapa Islam tumbuh dan mengakar di mana-mana di berbagai macam latar budaya. Penerbit Garudhawaca
Konstruksi kurikulum pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan Islam yang holistik, transformatif, dan berkarakter. Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai penting yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Ada 4 isu penting dalam konstruksi kurikulum, yaitu Isu Teoantropoe-Kosentris Kurikulum, Anti-Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), Moderasi Beragama, dan Gender. Isu Teoantropoe-Kosentris Kurikulum mencerminkan perpaduan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kepedulian lingkungan. Setiap mata kuliah dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki kesadara...
“Buku ini memberikan gambaran yang jelas bahwa banyak orang yang lupa, Obama yang banyak dielu-elukan itu tak lebih dari sebuah sekrup dari sebuah mesin besar bernama Amerika Serikat yang sudah berkomitmen untuk mendukung penuh politik Zionis Israel. Bahkan kaum Zionis Israel tidak jarang justru mampu mendiktekan kepentingannya kepada siapa pun yang berkuasa di Amerika Serikat” —RIZA SIHBUDI “Buku ini memandang Presiden AS secara kritis. Layak dibaca siapa pun untuk menempatkan Obama secara proporsional dalam konteks hubungannya dengan Dunia Islam, khususnya Dunia Arab. Toh ia akan tetap mendukung Israel dan menekan Iran." —SMITH ALHADAR, Penasihat Indonesian Society for Middle Eas...
Kerajaan Bawah Samudra dipimpin oleh seorang ratu yang bernama Ratu Duyung. Ia berwajah cantik, berambut panjang dan lurus, dan selalu mengenakan baju berwarna kuning. Ratu Duyung memiliki dua putri kandung yang teramat ia sayangi. Putri pertama bernama Helen berusia 11 tahun. Ia berwajah cantik dengan rambut panjang yang ikal. Ia suka memakai baju berwana pink. Ia punya hobi memasak, membaca, dan menjahit. Putri kedua bernama Dinda, usianya 8 tahun. Ia juga cantik, tapi rambutnya pendek. Ia suka memakai baju berwarna kuning. Nah, Helen dan Dinda mengalami petualangan yang seru dan menegangkan. Mau tau? Yuk kita jelajahi buku ini ....ÿ[KKPK, DAR! Mizan, Cerita, Anak, Indonesia]
Munculnya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) atau pun model green economy tidak lain didasari pada berbagai dampak yang muncul terhadap lingkungan akibat berbagai aktivitas manusia. Green economy menganut visi yang mencoba mengarahkan pembangunan ekonomi ke arah yang berkelanjutan. Kualitas lingkungan bukan hanya menjadi syarat untuk kehidupan manusia yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi penerima akibat dari tindakan manusia yang sering abai dengan kondisi di sekitarnya. Ekonomi dan lingkungan seharusnya saling berkaitan secara harmonis, bukan eksploitatif. Kesadaran manusia terhadap aspek teologi, kosmologi, dan antropologi lingkungan membangun sikap dan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual di bidang ekonomi-lingkungan.