You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Tiada Masa Depan tanpa Masa Lalu, Awal mendengar gagasan untuk menulis sebuah buku tentang catatan perjalan para rektor UMSurabaya, saya menyambut hal tersebut secara antusias. Apalagi buku tersebut akan dirilis pada saat saya dilantik menjadi rektor di periode ke-3. Buku sejarah tentang kampus menjadi penting untuk ditulis. Dari sejarah kita akan belajar banyak hal. Sehingga banyak tokoh besar selalu mengingatkan atas hal tersebut.
Buku ini hadir di tengah kebutuhan kita untuk terus memperkuat upaya kaderisasi sebagai inti dari perjuangan dakwah Muhammadiyah. Kader adalah penggerak utama organisasi yang menjadi tulang punggung keberlangsungan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Melalui kader yang tangguh, intelektual, dan berakhlak mulia, Muhammadiyah dapat terus hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin di berbagai lini kehidupan. Buku ini menjadi sumbangsih yang sangat berharga dalam menggambarkan konsep, strategi, dan praktik nyata merawat kader agar tetap istiqamah dalam menjalankan perannya. Proses kaderisasi tidak hanya sekadar membentuk individu yang memahami nilai-nilai Islam, tetapi juga memastikan mereka mampu menginternalisasi nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman.
None
Perjalanan hidup yang dijalani dr Suko tentu memberi warna terhadap sikap yang humanis menebar jiwa kemanusiaan nan tulus tanpa pretensi. Sikap humanis itu tentu melekat dengan spiritualitas Islam yang dihayati dr Suko dalam penghayatan keislaman yang aplikatif. Sebagaimana hadis Nabi yang artinya: Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
ide dasar dari terbitnya buku ini adalah usaha untuk menulis perjalanan kampus dari waktu ke waktu. Ini bukan buku yang menggambarkan cerita sukses atau kisah kebesaran kampus. Menulis dan menghimpun informasi tentang kampus dan visinya adalah usaha kami untuk mempertahankan semangat untuk senantiasa berbuat yang terbaik bagi kampus. Dalam buku ini menghimpun berbagai kegiatan kampus yang berkaitan dengan inovasi yang pernah terbit di media massa. Selain itu juga, terdapat berbagai essay ringan nan visioner dari para Wakil Rektor. Menulis perjalanan bagi saya adalah upaya menjaga semangat dan mengukur diri tentang apa yang sudah kami capai dan akan kami lakukan.
Buku ini merupakan kumpulan opini tulisan dosen dan anak- anak muda di lingkungan UMSurabaya. Buku ini ditulis dari berbagai macam multidisiplin sehingga berbagai macam sudut pandang yang dibahas terkait dengan coronavirus ditemukan setelah membaca buku ini. Semoga dengan hadir buku ini dapat memberikan masukan dan dampak yang positif kepada kita semua sebagai pembaca khususnya, dan bagi negara kita pada umumnya
Sebuah organisasi akan terus eksis di masa depan bila organisasi tersebut memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang memiliki tantangan agar mampu melahirkan SDM yang berkualitas. Muhammadiyah harus menyiapkan itu melalui proses kaderisasi. Muhammadiyah sendiri memiliki empat pilar pengkaderan yang meliputi keluarga, Organisasi Otonom (Angkatan Muda Muhammadiyah/AMM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Pimpinan persyarikatan (MPK PP Muhammadiyah, 2007). Empat pilar pengkaderan Muhammadiyah inilah yang kemudian dapat menjaga eksistensi persyarikatan agar dapat bertahan hingga akhir zaman.