You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
PART 1 WHAT IS A LANGUAGE? PART 2 LANGUAGE AND COMMUNICATION PART 3 LANGUAGE AND SPEAKING SKILL PART 4 LANGUAGE AND PUBLIC SPEAKING PART 5 LANGUAGE AND CLASSROOM INTERACTION PART 6 LANGUAGE AND MASTER OF CEREMONY PART 7 LANGUAGE AND MODERATOR PART 8 LANGUAGE AND PRESENTATION PART 9 LANGUAGE AND DEBATE PART 10 LANGUAGE AND PRONUNCIATION
Saat kekuasaan telah memantik mimpi dan obsesi banyak orang dari kalangan bawah, itulah saatnya untuk bersiap-siap. *** Negara Dipa awalnya hanyalah sebuah loji perdagangan yang dibangun oleh Empu Jatmika. Bertahun-tahun, kedamaian melingkupi wilayah itu. Hingga, sang empu menghilang dalam sebuah pelayaran menuju Maluku. Tidak ada raja di Negara Dipa. Empu Jatmika tidak ingin menjadi raja. Ia pun melarang anak turunnya menjadi raja. Sementara, Arya Megasari sangat menginginkan singgasana raja untuk dirinya. Ia telah menggalang kekuatan. Tetapi, Lambung Mangkurat, putra sang empu, tengah menyiapkan sebuah rencana untuk Arya Megasari, dan tentu saja, demi masa depan Negara Dipa. *** Raja hanya ada satu, dan semuanya harus memilih mengangkat senjata untuk melawannya, atau bertekuk lutut di bawah kakinya.
Teologi Publik: Sayap Metodologi & Praksis ini dipersembahkan untuk pengembangan berteologi di Indonesia. Dengan “sayap” dimaksudkan perspektif teologis yang beragam terkait metodologi dan praksisnya. Struktur buku dibagi menjadi dua, sayap metodologi dan sayap praksis. Gereja menegaskan bahwa aktivitas berteologi memiliki muara pada praksis yang difundasikan pada pengalaman akan Allah dalam keterlibatan societas (Bdk. Octogesima Adveniens, Johann Baptist Metz, Felix Wilfred, Paul Janssen). Teologi publik identik dengan teologi keterlibatan, yaitu berteologi dengan mata melèk (terbuka akan pengalaman salib) dan hati-budi inklusif (menyambut Liyan atau orang lain). Tema-temanya merambah ...
Penelitian bahasa dan budaya Rongga secara intensif dimulai dengan proyek penelitian dokumentasi yang saya lalukan lewat hibah ELDP (Endangered Language Documentation Programmer) London (2004-2006), dilanjutkan dengan sederetan penelitian lain oleh mahasiswa Pascasarjana Linguistik Universitas Udayana, termasuk oleh penulis buku ini, Ni Wayan Sumitri, yang luarannya berupa disertasi yang diterbitkan menjadi buku ini dengan judul Tradisi Lisan Vera: Jendela Bahasa, Sastra , dan Budaya Etnik Rongga. Tradisi lisan Vera sebagai salah satu ragam seni pertunjukan menggunakan bahasa sebagai media. Bahasa itu, hidup secara dinamis, mengiringi kedinamisan budaya penuturnya. Bahasa menjadi wahana tran...
Sejauh ini, barangkali Anda telah dipertontonkan keindahan Indonesia melalui foto dan video. Bisa jadi Anda berdecak kagum atas keindahan perspektif aereal, seperti pemandangan kota di malam hari dari jendela pesawat yang hendak mendarat. Bisa jadi, Anda kagum lalu ingin mengunjungi suatu pantai, danau, atau pegunungan yang Anda lihat di media sosial. Akan tetapi, tidak boleh dilupakan, bahwa keindahan Indonesia itu juga ditemukan pada setiap sapa orang-orangnya, ragam suku dan adatnya, khazanah budayanya, dan makanan, serta tempat-tempat terpencilnya. Secara umum, Indonesia itu ibarat seorang putri idaman: sudah cantik sejak bangun tidur. Buku ini merupakan kumpulan catatan perjalanan yang...
Criticism on the literature of Kalimantan Selatan in Indonesia.
Criticism on Indonesian novel and short stories.
Pertemuan pertama dengan Martin Jankowski terjadi di acara Poet Corner dalam Ubud Writers and Readers Festival 2008. Dalam sesi tersebut, kami bertukar karya dan membacakan puisi masing-masing. Beberapa hari kemudian, kami kembali bertemu di Ubud, saat Martin menyampaikan apresiasinya terhadap puisi saya, Surat Cinta untuk Malam, yang mengingatkannya pada Hymnen an die Nacht karya Novalis. Tidak disangka, ia mengundang saya tampil di festival sastra Berlin yang ternyata terwujud tiga tahun kemudian melalui serangkaian korespondensi hingga saya menjadi narasumber di Jakarta-Berlin Arts Festival (Jak-BAF) pada 2011. Buku ini terlahir tanpa rencana muluk-muluk, awalnya hanya catatan harian spon...
None